Pages

Subscribe:

Blogger templates

Selasa, 21 Januari 2014

Era Motor Clasic

Motor-motor klasik asal Eropa dikenal memiliki rangka serta mesin yang tangguh,  tak heran hingga saat ini di berbagai jalanan kota sesekali terlihat motor Eropa hilir mudik di jalan raya. Model serta spesifikasi mesin sangat beragam, sehingga memberikan banyak pilihan kepada penggemarnya. Meskipun saat ini di Indonesia tidak mudah untuk mendapatkan motor Eropa klasik, di era sebelum 1965’an beberapa pabrikan Eropa pernah menyusuri jalanan kota dan pedesaan di Indonesa. Penasaran? berikut uniknya merangkum 5 motor Eropa klasik yang hilir mudik di Indonesia:

1.  DKW
DkW (Das Kleine Wunder/Dampf Kraft Wagen) merupakan salah satu produsen sepeda motor dari Jerman yang bersejarah, mulai dari pendirinya yang berkebangsaan Denmark, Jorgen Skafte Rasmussen hingga meleburnya dengan perusahaan otomotif besar seperti Daimler-Benz dan Volkswagen. Di Indonesia motor DKW memiliki penggemar yang cukup fanatik, karena dipandang sangat bersejarah.
Beberapa model DKW yang pernah dan beberapa masih hilir mudik di Indonesia di antaranya DKW RT125 produksi tahun 1956, sepeda motor 2 tak berkapasitas 125cc.  Kemudian DKW Hummel produksi tahun 1965 berkapasitas mesin 50cc , dan jika bensin habis masih bisa melaju dengan cara diboseh.


 2. Zundapp  
Zundapp merupakan produsen sepeda motor yang berdiri pada tahun 1917 di Kota Nuremberg, Jerman. Zundapp memiliki konsep  sepeda motor yang bisa digunakan oleh setiap orang, sederhana dan mudah. Di Indonesia kebanyakan motor pabrikan Zundapp yang beredar berkapasitas 50 hingga 100cc, yakni pada tahun 1950’an hingga pertengahan 1960’an, hingga akhirnya kalah bersaing dengan pabrikan Jepang.
Beberapa  model Zundapp yang masih terlihat hilir mudik di Indonesia di salah satunya Zundapp Super Combinette berkapasitas 50cc, yang memiliki pedal (engkol) hingga bisa dikayuh jika kehabisan bensin.



3. BMW
Sejarah sepeda motor BMW (Bayerische Motoren Werke AG) dimulai pada tahun 1920′an. BMW sebelumnya merupakan perusahaan pembuat mesin pesawat Perang Dunia I, namun terhenti akibat adanya perjanjian Versailes yang melarang Jerman memiliki pesawat perang.
Keberadaan motor BMW di Indonesia,  terbilang masih banyak dan lestari mulai dari versi asli maupun yang telah dimodifikasi. Beberapa motor BMW yang masih berlalu-lalang di jalanan kota di Indonesia, di dominasi oleh seri R atau Roadster dengan cc beragam. Mulai dari BMW R20 produksi tahun 1938 hingga R50S produksi tahun 1960.


4. BSA
Sebelum lebih dikenal sebagai produsen sepeda motor Inggris BSA terlebih dahulu berkecimpung dalam pembuatan alat-alat militer, sepeda, mobil, bis dan alat-alat berat untuk tambang. BSA mulai membuat sepeda bermesin kecil pada 1863, dan membuat sepeda motor lebih modern pada 1906. Model E berkapasitas 771cc, merupakan produk pertama BSA yang diluncurkan pada 1919.
Di Indonesia, BSA merupakan favorit para biker yang memiliki jiwa petualang. Selain mesin dan rangkanya yang tangguh, motor BSA dikenal handal hampir di segala medan. Tanjakan panjang sekalipun, mampu dilewati BSA. Beberapa model BSA yang sering menggaduhkan jalanan di antaranya adalah BSA model C12 dan C15 produksi tahun 1948 dengan kapasitas mesin 250cc, dan BSA seri bantam yang diproduksi dari tahun 1948 hingga 1969.


5. Norton
Tidak kalah keras gaungnya dengan BSA, Norton Motorcycle Company merupakan produsen sepeda motor bersejarah yang lebih dikenal dengan model sportynya. Perjalanan sejarah Norton cukup unik berdiri pada 1898 sebagai produsen sepeda, hingga akhirnya pada tahun 1902 mereka membeli mesin untuk ditempelkan pada rangka sepedanya. Baru pada 1908 Norton berhasil memproduksi sepeda motor dengan mesin buatan sendiri. Popularitas Norton menanjak ketika pabrikan Inggris tersebut selalu hadir di ajang balap motor yang berlangsung di berbagai negara Eropa.


 5.Jawa
Tidak kalah keras gaungnya dengan Norton, Jawa merupakan produsen sepeda motor bersejarah yang lebih dikenal dengan model Clasicnya. Jawa adalah motor jenis 2tak dengan mesin berkapas 250cc, bagaimana motor ini sangat cepat pada masanya.
Di Indonesia sendiri penggemar motor clasic sangat banyak, mereka cenderung sebagai kolektor, bahkan sekarang motor clasic mulai diubah menjadi motor kustom.


Sumber : Uniknya.com , Google Image

0 komentar:

Posting Komentar