Motor-motor klasik asal Eropa dikenal
memiliki rangka serta mesin yang tangguh, tak heran hingga saat ini di
berbagai jalanan kota sesekali terlihat motor Eropa hilir mudik di jalan
raya. Model serta spesifikasi mesin sangat beragam, sehingga memberikan
banyak pilihan kepada penggemarnya. Meskipun saat ini di Indonesia
tidak mudah untuk mendapatkan motor Eropa klasik, di era sebelum 1965’an
beberapa pabrikan Eropa pernah menyusuri jalanan kota dan pedesaan di
Indonesa. Penasaran? berikut uniknya merangkum 5 motor Eropa klasik yang
hilir mudik di Indonesia:
1. DKW
DkW (Das Kleine Wunder/Dampf Kraft
Wagen) merupakan salah satu produsen sepeda motor dari Jerman yang
bersejarah, mulai dari pendirinya yang berkebangsaan Denmark, Jorgen
Skafte Rasmussen hingga meleburnya dengan perusahaan otomotif
besar seperti Daimler-Benz dan Volkswagen. Di Indonesia motor DKW
memiliki penggemar yang cukup fanatik, karena dipandang sangat
bersejarah.
Beberapa model DKW yang pernah dan
beberapa masih hilir mudik di Indonesia di antaranya DKW RT125 produksi
tahun 1956, sepeda motor 2 tak berkapasitas 125cc. Kemudian DKW Hummel
produksi tahun 1965 berkapasitas mesin 50cc , dan jika bensin habis
masih bisa melaju dengan cara diboseh.
2. Zundapp
Zundapp merupakan produsen sepeda motor
yang berdiri pada tahun 1917 di Kota Nuremberg, Jerman. Zundapp memiliki
konsep sepeda motor yang bisa digunakan oleh setiap orang, sederhana
dan mudah. Di Indonesia kebanyakan motor pabrikan Zundapp yang beredar
berkapasitas 50 hingga 100cc, yakni pada tahun 1950’an hingga
pertengahan 1960’an, hingga akhirnya kalah bersaing dengan pabrikan
Jepang.
Beberapa model Zundapp yang masih
terlihat hilir mudik di Indonesia di salah satunya Zundapp Super
Combinette berkapasitas 50cc, yang memiliki pedal (engkol) hingga bisa
dikayuh jika kehabisan bensin.
3. BMW
Sejarah
sepeda motor BMW (Bayerische Motoren Werke AG) dimulai pada tahun
1920′an. BMW sebelumnya merupakan perusahaan pembuat mesin pesawat
Perang Dunia I, namun terhenti akibat adanya perjanjian Versailes yang
melarang Jerman memiliki pesawat perang.
Keberadaan motor BMW di Indonesia,
terbilang masih banyak dan lestari mulai dari versi asli maupun yang
telah dimodifikasi. Beberapa motor BMW yang masih berlalu-lalang di
jalanan kota di Indonesia, di dominasi oleh seri R atau Roadster dengan
cc beragam. Mulai dari BMW R20 produksi tahun 1938 hingga R50S produksi
tahun 1960.
4. BSA
Sebelum lebih dikenal sebagai produsen
sepeda motor Inggris BSA terlebih dahulu berkecimpung dalam pembuatan
alat-alat militer, sepeda, mobil, bis dan alat-alat berat untuk tambang.
BSA mulai membuat sepeda bermesin kecil pada 1863, dan membuat sepeda
motor lebih modern pada 1906. Model E berkapasitas 771cc, merupakan
produk pertama BSA yang diluncurkan pada 1919.
Di Indonesia, BSA merupakan favorit para
biker yang memiliki jiwa petualang. Selain mesin dan rangkanya yang
tangguh, motor BSA dikenal handal hampir di segala medan. Tanjakan
panjang sekalipun, mampu dilewati BSA. Beberapa model BSA yang sering
menggaduhkan jalanan di antaranya adalah BSA model C12 dan C15 produksi
tahun 1948 dengan kapasitas mesin 250cc, dan BSA seri bantam yang
diproduksi dari tahun 1948 hingga 1969.
5. Norton
Tidak kalah keras gaungnya dengan BSA,
Norton Motorcycle Company merupakan produsen sepeda motor bersejarah
yang lebih dikenal dengan model sportynya. Perjalanan sejarah Norton
cukup unik berdiri pada
1898 sebagai produsen sepeda, hingga akhirnya pada tahun 1902 mereka
membeli mesin untuk ditempelkan pada rangka sepedanya. Baru pada 1908
Norton berhasil memproduksi sepeda motor dengan mesin buatan sendiri.
Popularitas Norton menanjak ketika pabrikan Inggris tersebut selalu
hadir di ajang balap motor yang berlangsung di berbagai negara Eropa.
5.Jawa
Tidak kalah keras gaungnya dengan Norton, Jawa merupakan produsen sepeda motor bersejarah
yang lebih dikenal dengan model Clasicnya. Jawa adalah motor jenis 2tak dengan mesin berkapas 250cc, bagaimana motor ini sangat cepat pada masanya.
Di Indonesia sendiri penggemar motor clasic sangat banyak, mereka cenderung sebagai kolektor, bahkan sekarang motor clasic mulai diubah menjadi motor kustom.
Sumber : Uniknya.com , Google Image





0 komentar:
Posting Komentar